Jumat, Februari 03, 2012
0

BAB  I
PENDAHULUAN
Makalah pertama dari matakuliah Kimia Dasar ini, penulis akan membahas tentang  bab kedua dari mata ajar yang dipelajari di semester 1 ini adalah Ikatan Kimia.  Sebagai pemicu yang diberikan untuk bab ini berjudul karbon monoksida, karbon monoksida dilaporkan oleh beberapa pakar, mengindikasikan penyebab dari polusi yang terbentuk. Gas alam yang merupakan bahan bakar paling umum digunakan , terutama menghasilkan nitrogen dioksida dan karbon monoksida bersama dengan produk hasil pembakaran yang tidak berbahaya.
            Karbon monoksida, memilki rumus kimia CO adalah gas yang tak berwarna, tak berbau dan tak berasa. CO terdiri dari satu atom C dan satu atom O yang terikat secara kovalen, dalam ikatan ini terdapat 2 ikatan kovalen yang menghubungkan atom C dan atom O. Untuk masalah yang dihasilkan dari unsur ini adalah saat unsur dari CO ini berikatan dengan hemoglobin, menurut data yang didapat, menyatakan bahwa Hb lebih cenderung beriktan dengan CO dari pada dengan O2 hal ini harus mendapat perhatian lebih karena gas CO sendiri sangat berbahaya apabila unsur ini terdapat di dalam tubuh. Masalah lain yang juga menjadi serius adalah gangguan pada janin, suatu penelitian di California Selatan membuktikan bahwa paparan karbondioksida ambien pada dosis yang tinggi (5,5 ppm selama rata-rata 3 bulan) selama akhir trisemester III kehamilan secara singnifikan meningkatkan resiko bayi berat rendah. Penelitian lain di Guatemala juga menunjukan bahwa penggunaan kayu bakar untuk memsak juga menyebabkan bayi yang lahir lebih ringan 63 gram dari pada bayi yang lahir pada keluarga yang tidak memakai kayu bakar.
Dari uraian singkat pemicu di atas, dapat ditemukan adanya kolerasi antara pemicu dengan materi kuliah ikatan kimia. Untuk pemicu ini hanya dijelaskan tentang ikatan di dalam unsur CO saja, namun dari sana penulis dapat memulai mencari bahan makalah dengan mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan materi kuliah ikatan kimia ini, dan guna menjawab lima tugas pemicu yang berhubungan dengan materi ikatan kimia.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Ikatan kovalen
Ada beberapa atom yang sukar melepaskan atau menerima elektron karena memerlukan energi yang sangat besar untuk berlangsungnya proses tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron gas mulia, atom–atom ini saling berikatan melalui pemakaian elektron bersama. Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-atom nonlogam yang terjadi melalui pemakaian pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen.
Jenis-jenis ikatan kovalen
  1. Ikatan kovalen tunggal
Pemakaian pasangan elektron bersama di antara kedua atom di dalam suatu molekul, di mana masing-masing atom mendonorkan satu buah elektron untuk nantinya dipakai secara bersama-sama guna mencapai kaidah oktet atau kaidah duplet (untuk atom H).
 Contoh: molekul H2O, molekul H2, molekul Cl2
 H
 Cl                                    H
O
  Cl                                   H
 H                          ikatan kovalen tunggal Cl2 dan H2
 Ikatan kovalen tungal H2O
  1. Ikatan kovalen rangkap dua
Ikatan kovalen rangkap dua dibentuk oleh atom-atom nonlogam yang mendonorkan dua elektron tidak berpasangan untuk berikatan dan memenuhi kaidah oktet pada suatu molekul.

Contoh molekul O2, molekul CO2
O             O                                                             O               C              O                                   
         Ikatan kovalen rangkap dua O2            ikatan rangkap dua CO2
  1. Ikatan kovalen rangkap tiga
Ikatan kovalen yang terbentuk oleh atom-atom nonlogam yang menyumbangkan tiga elektron tidak berpasangan untuk berikatan, sehingga memenuhi kaidah oktet.




        Contoh: molekul N2
N              N
       ikatan kovalen rangkap tiga N2

  1. Ikatan kovalen kooordinasi
Ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara pemakaian bersama-sama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom/ion/molekul yang meemiliki PEB, sedangkan atom/ion/molekul lain hanya menyediakan orbital kosong, berbeda dengan ikatan kovalen lainya ikatan kovalen koordianasi terjadi dan terbentuk pada senyawa-senyawa. Contoh:senyawa BH3 dan NH3, senyawa SO3 dan senyawa NH3
               H                                                  H                                                                           O                                    H


H              B                                           N                   H                          O           S                                  N              H               


               H                                                 H                                                                                 O                                      H
     ikatan kovalen koordinasi senyawa BH3 & NH3     ikatan kovalen koordinasi senyawa SO3 & NH3



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ada beberapa atom yang sukar melepaskan atau menerima elektron karena memerlukan energi yang sangat besar untuk berlangsungnya proses tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron gas mulia, atom–atom ini saling berikatan melalui pemakaian elektron bersama. Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-atom nonlogam yang terjadi melalui pemakaian pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen.
          Jenis-jenis ikatan kovalen yaitu :
-          Ikatan kovalen tunggal
-          Ikatan kovalen rangkap dua
-          Ikatan kovalen rangkap tiga
-          Ikatan kovalen koordinasi

3.2 Saran
Semoga dengan selesainya makalah ini pembaca dapat  memahami ikatan kovalen dan jenis-jenisnya serta dapat mengerti dengan baik.






















DAFTAR PUSTAKA
-          Media Internet
-          Tim Kimia. Detik-detik Ujian Nasional Kimia SMA. Intan Pariwara
-          Wahyuni,Sry.1983. Master Kimia : Penerbit Erlangga

0 komentar:

Poskan Komentar